Kabar

title

Abdul Wachid Terima Anugerah MASTERA


Tanggal: 12 Oktober 2021
Waktu: 13:49
Tempat: Jakarta

Penghargaan sastra bergengsi di Asia Tenggara, Anugerah Sastra MASTERA memberikan penghormatan kepada sastrawan Indonesia, Abdul Wachid BS. Melalui buku berjudul Sastra Pencerahan, ia mengalahkan rival lainnya dalam penghargaan tersebut.

Anugerah Sastra MASTERA yang diinisiasi oleh tiga negara seperti Brunei Darussalam, Malaysia, dan Indonesia, digelar setiap dua tahun sekali. Proses seleksi telah dilakukan terhadap karya sastrawan dari berbagai negara.

Ketua Pengarah Dewan Bahasa dan Pustaka sebagai pengurus MASTERA, Datuk Abang Salehuddin Abang Shokeran, mengatakan sejak pertama kali didirikan penghargaan ini berperan penting di Asia Tenggara.

“Anugerah Sastra MASTERA berperan untuk merekatkan kerja sama kesusastraan di antara negara-negara Asia Tenggara," katanya dalam siaran pers, 11 Oktober 2021.

Dia melanjutkan penghargaan sastra seperti MASTERA harus konsisten dilakukan demi perkembangan kualitas sastra Melayu dan Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Penghargaan diberikan kepada tokoh sastra yang dinilai telah memberikan sumbangsih berarti dalam perkembangan sastra di Asia Tenggara. Pada  penyelenggaraan kesembilan, buku Sastra Pencerahan karya Abdul Wachid BS yang terbit 2019 dinobatkan sebagai pemenang kategori sastra nonkreatif.

Dalam pernyataannya usai menerima penghargaan, pria yang juga berprofesi sebagai dosen di UIN Purwokerto mengatakan sastra nusantara dan Indonesia adalah bagian penting dari ekspresi budaya bangsa.

"Di tengah bertumbuhnya karya sastra Indonesia yang bagus-bagus ini, karakteristik berbagai budaya bangsa kita hadir dan sangat mewarnai hidup manusia Indonesia," ungkap Abdul Wachid.

Menurutnya, buku-buku kritik sastra juga penting diterbitkan sekaligus diapresiasi. "Kritik sastra ini perlu terus hidup agar ada keseimbangan dalam budaya yang sehat," pungkasnya.

Sebelumnya, penghargaan MASTERA diberikan kepada nama-nama besar sastrawan Indonesia lainnya. Di antaranya Goenawan Mohamad (MASTERA 2018), Maman S Mahayana (MASTERA 2013), dan Abdul Hadi WM (MASTERA 2003). (***)

Share: