Kabar

title

Launching dan Diskusi Buku "Mengenang Bontang"


Tanggal: 11 Oktober 2021
Waktu: 13:30
Tempat: Bontang

Pada Bulan Bahasa, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang menyelenggarakan secara virtual launching dan diskusi buku berjudul Mengenang Bontang, Senin (11/10). Sebagai narasumber, penulis buku Sunaryo Broto dan moderator penggiat literasi, Abdul Hakim. Rina Mutiara, staf DPK Bontang membuka acara sebagai MC. Sementara sambutan disampaikan Kabid Perpustakaan Usman MPd mewakili kepala DPK Bontang. Kegiatan dihadiri 47 peserta. 

Buku Mengenang Bontang merupakan kumpulan esai karya Sunaryo Broto selama hampir 30 tahun. Buku diberi pengantar oleh wali kota Bontang dan kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Bagi Sunaryo menulis adalah salah satu cara menikmati Bontang. Sebagian jejak literasi di Bontang dari sisi penulis. Sebagian nota jalan wisata Bontang. Lain-lainnya esai lepas tentang seni, sosial, musik dan lain-lain. 

"Buku ini bisa dilanjut menjadi Buku Jejak Literasi Bontang dengan tambahan berbagai aktivitas literasi sekolah seperti YPK, Vidatra, SMA negeri dan lain-lain, kemudian organisasi seperti Forum Lingkar Pena (FLP), Taman Baca, Perpustakaan dan lain-lain. Juga bisa ditambah komunitas seperti CB 33, Studio Kata dan lain-lain dengan beberapa penulis di Bontang," ujar Sunaryo.

Di Bontang menurutnya, banyak kesempatan menulis dengan membuat komunitas literasi. Banyak tokoh yang bisa ditulis. Juga sudut-sudut Bontang belum banyak ditulis dan menarik ditulis. "Sekarang kesempatan membaca dan menulis terbuka lebar lewat internet. Menulis itu menangkap momentum. Wujudnya bisa puisi, cerpen, novel atau esai. Kalau tak ditangkap waktu tetap berlalu," jelasnya.

Buku Mengenang Bontang seperti catatan. Catatan kegiatan literasi, di antaranya Buletin Baiturrahman, Emha Ainun Nadjib Baca Puisi, PKTV, Hamsad Rangkuti, Launching dan Diskusi Buku Studio Kata, Diskusi Puisi Nala Arung, Tiffany Tsao Meneliti Sastra Kaltim, Andrea Hirata, Leo Kristi, Film 12 Menit, Komunitas Buku CB-33, Marching Band PKT dan buku 12 Menit, Bengkel Sastra Kantor Bahasa, Tere Liye dan Ahmad Fuadi, Catatan dari ajang Munsi III. Beberapa nama di atas pernah berkunjung di Bontang. Sementara catatan traveling di sudut-sudut Bontang di antaranya Pulau Beras Basah, Selambai, Selangan, Pulau Lhok Tunggul, Taman Hutan Mangrove BSD, Guntung, Malahing, Bontang Mangrove Park. 

Dalam kegiatan tersebut, ada beberapa pertanyaan dan diskusi. Di antaranya dari Meila, Sriningsih, Darmawati, Wahyudi, Darminto yang mengemuka untuk pembentukan komunitas menulis di Bontang untuk menumbuhkan iklim menulis, pameran buku penulis Bontang dan beberapa kegiatan menulis lainnya.

Abdul Hakim menutup diskusi dengan mengutip kata-kata sastrawan Seno Gumira Ajidarma bahwa menulis itu salah satu cara menyapa. Mari kita saling menyapa dengan karya. (***)

Share: