Puisi

title

Kepada Bayang Lain


Penulis: Yadi AM | Posting: 22 Oktober 2021


sekiranya tak terpandang

diriku adalah napasmu

sudah kugalikan lubang

dan membenamkan kau

sebagai kutukku


1979

------------------------------------------------


Hidup dan Puisi


semacam dogma dalam permainan

disodorkan sebagai teka-teki

lalu diburunya dengan napas

siapa publikmu?

nyatanya:

          “hidup adalah puisi

          yang bermain di segala tempat,”

jawabku menutup tanya.

------------------------------------------------


Satu = Kau


dick, di hari yang resah

kalungkanlah sekata aksara pada diarymu

lalu

ukirlah penamu dalam lingkaran maya

ku’kan datang

bersama kudusnya hatiku

padanya adalah sayu, Kau!


1979

Antologi Puisi Nusantara I, editor Fiece ESF. Aquavi Muda Samarinda, Februari 1980

------------------------------------------------


Optimistis


dalam hari-hari yang garang

jiwaku terus menggugah

membongkar karat-karat besi

segera

memberesi hari esok,

dari ketiadaan yang tersia


------------------------------------------------

YADI AM. Aktivis sastra sepanjang tahun 1970 hingga 1980 di Kalimantan Timur. Sejumlah sajaknya dimuat dalam antologi Puisi Nusantara I (1980) yang ditulis bersama Fiece, Adam A Chevny, Syafril Teha Noer, Dimas Hono, Syafruddin Pernyata, dan lain-lain. Yadi juga bekerja sebagai wartawan.


Photo by Brittani Burns/Unsplash

Share:
Puisi Lainnya